7 Cara Menjaga Keamanan Sistem IT
7 Cara Menjaga Keamanan Sistem IT
Teknologi terus maju dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Dengan berkembangnya teknologi tersebut, banyak keuntungan yang didapatkan oleh manusia. Seperti, dapat membantu membantu pekerjaan manusia, meningkatkan kualitas dan layanan, mempermudah proses transaksi keuangan, dan lainnya. Tidak hanya dilihat dari segi keuntungannya saja, namun segi keamanan teknologi itu sendiri juga harus diperhatikan. Untuk mendukung hal tersebut, Anda harus mengetahui 10 cara agar Sistem Keamanan IT Anda terjaga, sebagai berikut:
1. Lindungi dengan kata sandi
Banyak serangan cyber yang berhasil meretas karena kata sandi ( password ) yang lemah. Semua akses ke jaringan maupun data, sangat sensitif dan harus dijaga dengan nama pengguna dan kata kunci yang unik. Sandi yang kuat berisi angka, huruf dan simbol. Disarankan untuk setiap pengguna menggunakan kata sandi yang unik.
2. Rancang sistem yang aman
Batasi akses ke infrastruktur teknologi Anda untuk mencegah mudahnya peretas dan pencuri merusak sistem Anda. Hilangkan akses yang tidak perlu ke hardware maupun software Anda, dan batasi hak akses pengguna hanya untuk peralatan dan program yang dibutuhkan saja. Bila memungkinkan, gunakan juga alamat email, login, server dan nama domain yang unik bagi setiap pengguna, kelompok kerja maupun departemen.
Baca Juga : 5 Area Pengembangan Diri secara Familiar.
3. Lakukan penyaringan dan pemeriksaan latar belakang
melakukan pemeriksaan dan pemeriksaan latar belakang pada karyawan yang perlu dilakukan. Sama halnya dengan meneliti mereka juga. Pada periode percobaan awal, akses terhadap data sensitif atau jaringan yang dilakukan oleh karyawan Anda harus dilarang dan juga dibatasi, agar sistem IT Anda menjadi aman.
4. Memberikan pelatihan dasar
Pelanggaran keamanan yang terhitung banyaknya terjadi sebagai akibat kesalahan dan kecerobohan manusia. Anda dapat membantu dengan membangun budaya perusahaan yang bertugas pada keamanan komputer melalui program pelatihan yang menghitung risiko penggunaan kata sandi, jaringan, program dan yang ceroboh.
5. Hindari lampiran email yang tidak dikenal
Jangan pernah mengunjungi email yang tidak dikenal, yang kemungkinan bisa berisi virus komputer. Sebelum membukanya, hubungi pengirim untuk mengonfirmasi isi pesan. Jika Anda tidak mengenal pengirim tersebut, sebaiknya Anda menghapus pesan, memblokir akun pengirim yang tidak dikenal, dan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
6. Tutup dan telepon kembali
Jika Anda menerima panggilan dari orang yang tidak dikenal yang tiba-tiba ingin memberikan hadiah dan datang-pura hadiah itu diberikan oleh perwakilan dari bank atau mitra lainnya, segera akhiri panggilan yang tidak dikenal tersebut. Kemudian hubungi kontak langsung ke organisasi tersebut, atau salah satu nomor call centernya untuk mengonfirmasi bahwa panggilan yang Anda terima sah/tidak.
7. Pikirkan sebelum mengklik
Untuk menghindari penipuan yang terjadi melalui email yang meminta informasi nama pengguna, kata sandi atau informasi pribadi, Anda harus mempertimbangkannya kembali agar Anda tidak terdorong ke sebuah situs web palsu yang mendorong calon korban untuk memasukkan data mereka sendiri.
Baca Juga : Kemampuan yang Diperlukan sebagai Konsultan IT
