Jenis-Jenis Metode Inovasi Pendidikan Di Masa Pandemi
Jenis-Jenis Metode Inovasi
1) Project Based Learning
Metode project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar dalam berkolaborasi, gotong royong, dan empati dengan sesama. Metode project based learning ini sangat efektif dengan membentuk kelompok belajar kecil dalam mengerjakan projek, eksperimen, dan inovasi. Meskipun begitu, tentunya juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.
2) Daring Method
Metode ini memanfaatkan jaringan online dan bisa membuat para siswa kreatif menggunakan fasilitas yang ada, seperti membuat konten dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah maupun mengerjakan seluruh kegiatan belajar melalui sistem online. Metode ini sangat cocok diterapkan bagi yang berada di kawasan zona merah. Dengan menggunakan metode full daring seperti ini, seluruh pelajar tetap berada di rumah masing-masing dalam keadaan aman dan sistem pembelajaran tetap berlangsung.
baca juga : inovasi pendidikan
3) Luring Method
Luring methode adalah model pembelajaran yang dilakukan di luar jaringan. Dalam artian, pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protokol kesehatan yang berlaku. Metode ini sangat pas untuk wilayah zona kuning atau hijau terutama dengan protokol ketat new normal. Siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) agar terhindar dari kerumunan. Saran dari Mendikbud jika model pembelajaran Luring ini merupakan penyederhanaan kurikulum selama masa darurat pendemi. Penyampaian kurikulum dirancang dan disiasati agar tidak terlalu sulit saat disampaikan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran yang satu ini juga dinilai cukup baik bagi mereka yang kurang atau tidak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung untuk sistem daring.
4) Home Visit Method
Home visit dapat menjadi salah satu opsi. Metode ini mirip seperti kegiatan belajar mengajar yang disampaikan saat home schooling. Jadi, pengajar mengadakan home visit dalam waktu tertentu. Dengan demikian, siswa bisa menerima materi dengan baik, karena materi pelajaran dan tugas langsung terlaksana dibawah bimbingan guru.
5) Integrated Curriculum
Metode ini merujuk pada project base, di mana setiap kelas akan diberikan projek yang relevan dengan mata pelajaran terkait. Dalam metode ini tidak hanya melibatkan satu mata pelajaran saja, namun juga mengaitkan materi pembelajaran dari mata pelajaran lainnya. Dengan menerapkan metode ini, selain pelajar yang melakukan kerjasama dalam mengerjakan projek, guru lain juga diberi kesempatan untuk mengadakan team teaching dengan guru pada mata pelajaran lainnya. Integrated curriculum bisa diaplikasikan untuk seluruh pelajar yang berada di semua wilayah, karena metode ini akan diterapkan dengan sistem daring. Jadi pelaksanaan integrated curriculum ini dinilai sangat aman bagi pelajar.
