Tips Memilih Solusi Teknologi Membangun Sebuah Proyek IT
Tips Memilih Solusi Teknologi Membangun Sebuah Proyek IT
1. Ukur Biaya
Dalam menentukan sebuah stack tentu saja ada biaya yang harus ditanggung. Mungkin kita ingin menggunakan Microsoft SQL Server atau Oracle Enterprise tapi hanya digunakan untuk proyek tingkat kecamatan. Bila kecamatan mempunyai dana sebesar itu yah tidak masalah, tapi bila sampai harus tidak membayar lisensi tentu akan ada akibat yang ditanggung.
Selain itu kita juga harus menentukan apakah kita akan menggunakan managed service atau mengelola semuanya sendiri. Tentu saja ada pro dan kontra bila kita memilih salah satunya. Kita harus mempertimbangkan masalah biaya ini dengan pemberi proyek. Jangan sampai kita mendapatkan proyek yang under budget.
2. Lihat Apa yang Didukung oleh Alat Tersebut
Misal kamu sudah memilih database untuk aplikasi penerimaan mahasiswa baru yang bernama X dan hanya tiga bahasa pemrograman yang didukung, sudah pasti kita tidak perlu mengambil langkah terlalu jauh untuk menggunakan bahasa pemrograman yang tidak didukung database tersebut. Karena selain makan waktu, ada besar kemungkinan kita harus membuat driver sendiri untuk bahasa pemrograman tersebut. Kecuali kalau kita memang ada misi untuk membuat driver dalam bahasa pemrograman yang tidak didukung oleh database itu.
Baca Juga : 7 Metode Agar Anak Bebas Kurang baik Teknologi
3. Pertimbangkan Learning Curve
Misal database yang kamu pilih antara MySQL, PostgreSQL atau MongoDB untuk menangani infrastruktur aplikai penerimaan mahasiswa tersebut. Disini kita harus mempertimbangkan apakah salah satu database yang kita pilih cocok dengan bahasa pemrograman yang akan kita gunakan? Misalkan kita akan menggunakan Node.js. Kemudian kita harus cari melihat juga bagaimana desain aplikasi dan paradigma yang digunakakn dalam membangun aplikasi ini, masih berorientasi kepada relasional atau menginginkan adanya struktur yang bebas dan dinamis
4. Pertimbangkan Kemampuan Tim
Bagaimanapun alat yang dipilih, tetap yang akan mengerjakan adalah manusia. Anggota tim harus kita telaah lebih detail bagaimana kemampuannya terhadap penguasaan atau adopsi suatu teknologi. Bila stack yang akan kita gunakan mayoritas cocok dengan anggota tim, bukan masalah besar yang harus dihadapi. Tapi bila mayoritas tim belum mengenal sepenuhnya stack yang akang digunakan, mau tidak mau kita ganti stack tersebut atau menggiring anggota tim untuk menguasai stack tersebut.
Terlebih bila keputusan diberikan oleh pemberi proyek. Bila kita dipatok menggunakan alat tertentu, sudah pasti anggota tim harus mengejar. Mendepak anggota tim pun bukan suatu keputusan yang baik bila salah satunya tidak menguasai stack yang diperlukan. Kita harus memberinya kesempatan terlebih dahulu untuk mengejar pekerjaan yang diharapkan.
5. Bicarakan Dengan Pemberi/Pemilik Proyek
Setelah perjalanan panjang memilih stack yang akan digunakan. Tentu kamu harus menceritakan dan berkonsultasi dengan pemberi proyek. Disana kamu dapat menceritakan bagaimana learning curve, biaya, dan kemungkinan kesulitan yang akan dihadapi.
Setelah melewati pembicaraan ini, biasanya keputusan terbaik akan didapat agar proyek selesai sesuai dengan kondisi terbaik yang ada.
Baca Juga : Fungsi Utama dari IT Software Solution Cocok pada Bisnis
