5 Tips Menghemat Budget IT di Tengah Pandemi
5 Tips Menghemat Budget IT di Tengah Pandemi
1. Targetkan dampak langsung
Perusahaan perlu menghilangkan, mengurangi, atau menangguhkan kepentingan yang akan berdampak dalam jangka pendek, termasuk kepentingan yang akan berdampak dalam beberapa minggu atau bulan, bukan dalam beberapa tahun. Contoh kepentingan yang dimaksud seperti biaya yang timbul dan dibayar bulanan maupun triwulan dengan basis “bayar sesuai penggunaan”, bukan setiap tahun.
2. Targetkan item yang berdampak tunai
Targetkan item-item yang akan berdampak nyata secara tunai dibanding non-tunai pada laporan laba rugi perusahaan, misalnya depresiasi atau amortisasi. Dalam praktiknya, perusahaan dapat melakukan penghematan budget IT dalam hal layanan Cloud yang berdampak pada uang tunai, dibanding mengurangi lisensi software atau aset perusahaan seperti hardware. Perusahaan juga dapat menjual atau menyewakan kembali aset tersebut sebagai solusi alternatif.
Baca Juga : 7 Metode Agar Anak Bebas Kurang baik Teknologi
3. Rencanakan sekali saja
Sebagian besar perusahaan tidak melakukan pemangkasan budget secara cukup banyak pada kesempatan pertama. Artinya, perusahaan sering kali melakukan evaluasi biaya kemudian melakukannya lagi. Hal tersebut menciptakan siklus ketidakpastian dan dinilai tidak produktif, sehingga turut memangkas produktivitas. Praktik ini sangat relevan dengan pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, perusahaan perlu merumuskan efisiensi dengan matang sehingga cukup melakukannya hanya sekali saja.
4. Targetkan pengeluaran pada hal yang tak terpakai dan tak terikat
Untuk menghemat budget IT, perusahaan perlu menargetkan efisiensi pengeluaran pada hal yang dinilai tidak terpakai dan tak terikat. Terkecuali, pembayaran yang dapat dipulihkan atau pembayaran di muka yang dapat dikembalikan. Dampak yang paling terasa akan terjadi saat perusahaan menargetkan pada pembayaran yang tidak begitu terpakai atau tidak terikat. Untuk menempuh langkah ini, lakukan evaluasi kontrak antara perusahaan untuk klausul negosiasi ulang maupun penghentian.
5. Atasi biaya variable dan biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran tetap yang terlepas dari aktivitas atau volumenya. Ini termasuk biaya sewa kantor, langganan hingga payroll. Untuk biaya tetap, perusahaan perlu fokus pada eliminasi. Sementara untuk biaya variable yang berubah baik aktivitasnya maupun volumenya, perusahaan dapat fokus pada pengurangan atau bahkan penghapusan. Contoh biaya variable sendiri di antaranya layanaan telekomunikasi, kontraktor serta barang yang habis pakai.
Baca Juga : 5 Langkah Agar Sukses Bekerja di Bidang IT
