3 Jenis Jenis Media Digital Marketing Yang Perlu Kamu ketahui!
3 Jenis Media Digital Marketing Yang Perlu Kamu Ketahui!
Pemasaran digital adalah upaya pemasaran produk dengan media digital dan jaringan internet.
Seperti Google bisnis saya, whatsapp, situs web dan platform lainnya.
Bahkan, pengguna internet memiliki 4,8 miliar orang tambahan (laporan data).
Ini berarti bahwa lebih banyak orang terhubung ke Internet sehingga diperlukan upaya pemasaran digital.
Berikut adalah 3 jenis media pemasaran digital yang perlu Anda ketahui:
Iklan melalui email
E-mail Marketing adalah pemasaran yang dibuat oleh e-mail sebagai cara.
Kami juga membuat panduan lengkap untuk Anda. Pemasaran email dapat dilakukan dengan metode yang berbeda seperti email dingin, email kesadaran dan email buletin.
Ringkasan, email pemasaran diterapkan pada perusahaan dalam bentuk B2B (bisnis ke bisnis), tetapi saat ini banyak perusahaan B2C (bisnis ke konsumen) ditembus dalam pemasaran email untuk meningkatkan keterlibatan konsumen.
Video Pemasaran.
Pada dasarnya, video pemasaran adalah salah satu cabang pemasaran digital yang dapat dieksekusi di berbagai saluran seperti media sosial,
situs web perusahaan, youtube, bahkan email. Konsumsi konten video di antara publik meningkat dengan adanya media sosial seperti Tiktok, Facebook dan Instagram juga meningkatkan efektifitas video pemasaran.
Tergantung pada tujuannya, jenis konten yang digunakan untuk pemasaran video akan bervariasi.
Pemasaran video dapat dilakukan untuk beberapa keperluan:
1. Kesadaran akan merek.
2. Tambah penjualan.
3. Mempromosikan produk atau layanan.
4. Tingkatkan loyalitas pelanggan.
baca juga: 7 Alasan Digital Marketing Sangat Penting Untuk Bisnismu!
Influencer pemasaran.
Pengaruh pemasaran saat ini adalah gaya di kalangan bisnis atas untuk meningkatkan citra dan penjualan.
Jenis pemasaran digital yang menggabungkan format pemasaran tradisional dan modern.
Secara umum, influencer pemasaran adalah kolaborasi antara perusahaan dengan pembuat konten untuk tujuan utama pemasaran produk dalam waktu yang lama.
Namun, beberapa perusahaan tidak bekerja dengan influencer dengan tujuan saja untuk “mengumumkan” produk mereka secara terbuka.
Pada dasarnya, pemasaran influencer dapat menggabungkan konsep persetujuan “selebritas” yang mendapatkan reputasinya dengan media baru yang berpusat pada konten seperti Tiktok, Instagram, dan YouTube.
Tetapi berbeda dari definisi tradisional “selebritas”, seorang influencer dapat berasal dari berbagai cakrawala dan sering kali jumlah adepts mereka di media sosial.
Setiap orang bisa menjadi influencer, dari pembuat video lucu di Tiktok hingga pekerja sumber daya manusia yang berbagi pengetahuan tentang pencarian kerja.
baca juga: Bentuk-Bentuk Pengembangan SDM
