4 Solusi Digital Bagi UMKM Untuk Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi
4 Solusi Digital Bagi UMKM Untuk Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi
Gelombang besar yang disebabkan oleh pandemi nyatanya sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi negara. Sudah banyak sekali tokoh bisnis yang berguguran dan terpaksa untuk gulung tikar karena menurunnya pemasukan yang disebabkan oleh pandemi ini. Seluruh sektor bisnis tentu saja berupaya untuk mempertahankan kondisi ekonomi mereka, terlebih sektor UMKM.
Berdasarkan laporan World Economic Outlook yang dilansir pada April 2020 oleh IMF, kondisi ekonomi dunia diprediksikan akan menurun hingga minus 3% hingga tahun ini. Hal ini tentu saja menakutkan, terlebih bagi tokoh bisnis. Dengan hadirnya kondisi seperti ini seakan menuntut tokoh bisnis, baik besar maupun UMKM untuk memutar otak untuk mencari solusi untuk bertahan dan juga beradaptasi dengan kondisi di masa pandemi ini.
Berbagai upaya tentu saja sudah dilakukan oleh tokoh bisnis untuk mempertahankan bisnis di tengah masa pandemi ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah digitalisasi bisnis. Kali ini Vutura akan berbagi 4 solusi digital yang dapat dilakukan oleh UMKM untuk tetap bertahan di masa pandemi ini.
Baca juga : Tips Selektif dalam Memilih Jasa Digital Marketing
Susun strategi pemasaran digital
Hal yang perlu dilakukan oleh UMKM di masa pandemi selain menyusun strategi keuangan yaitu menyusun strategi pemasaran digital untuk memudahkan UMKM dalam memasarkan produk dan jasa yang dimiliki secara digital. Keuntungan dari pemasaran digital adalah tokoh bisnis dapat dengan mudah menghitung konversi dan mengukur keberhasilan dari strategi yang sudah disusun tersebut, serta memudahkan untuk menganalisis kebutuhan dan perilaku konsumen yang sesuai dengan target market.
Berikut merupakan beberapa strategi pemasaran digital yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan customer engagement.
Digital ads
Dengan membuat iklan berbasis digital seperti Youtube ads, Facebook ads, dan Google ads dianggap efektif untuk meningkatkan brand awareness serta memudahkan UMKM dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
Aplikasi Pesan
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, penggunaan aplikasi pesan instan di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari 2,500 responden, 89,35% diantaranya adalah pengguna aplikasi seperti Line, WhatsApp, Telegram, serta aplikasi serupa lainnya.
Aplikasi instan dapat menjadi peluang untuk menjangkau konsumen dan calon konsumen dengan pendekatan yang lebih personal.
