kurang

5 Alasan Mengapa Staff IT Kurang Dihargai Staff lain/atasan sendiri

5 Alasan Mengapa Staff IT Kurang Dihargai Staff lain/atasan sendiri

 

Sebagai salah satu posisi yang cukup penting di perusahaan, seorang staff IT biasanya memiliki posisi tawar yang cukup tinggi dibandingkan dengan staff lain. Hal ini bukan berarti staff-staff dari bagian lain kurang penting melainkan karena dalam beberapa hal, staff IT mengelola beberapa aturan yang digunakan oleh staff yang lain.Meski secara posisi cukup penting, adakalanya kita menemukan staff IT yang kurang dihargai oleh rekan-rekan dari bagian yang lain, bahkan juga oleh atasannya sendiri. Saat menemani para peserta training di Excellent makan siang, ada beberapa staff IT yang bercerita bahwa ia kerap kesulitan jika mengajukan suatu permintaan pembelian hardware pada atasannya. Banyak yang mengalami kendala operasional sistem (server dijalankan di mesin jangkrik alias ecek-ecek, tidak ada mesin backup, spesifikasi komputer rendah dll) yang menurut mereka disebabkan oleh ketidakmauan perusahaan melakukan investasi dibidang IT.Yang lebih parah, staff IT tidak dihargai oleh rekan dari bagian yang lain dan dianggap sebagai pelengkap saja. Bentuknya bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari diminta melakukan berbagai pekerjaan remeh temeh hingga dimarahi karena menerapkan suatu aturan yang dianggap mengurangi kebebasan staff yang lain.

 

Baca Juga : 10 Alasan Memilih Jurusan Tata Busana

 

Contohnya aturan akses internet untuk staff tertentu saja, pemblokiran situs-situs yang dianggap tidak relevan, pembatasan download dan non aktif instant messenger, dianggap sebagai tindakan yang mengada-ada dan potensial membuat seorang staff IT dimusuhi oleh staff bagian yang lain.

Mengapa seorang staff IT bisa tidak dihargai oleh staff yang lain atau oleh atasannya sendiri? Jika anda merasa sebagai staff IT seperti ini dan ingin berontak dari pelecehan intelektual (caelah bahasanya), silakan melakukan introspeksi beberapa hal berikut, yang saya sarikan dari pengalaman pribadi dan observasi di beberapa klien perusahaan :

1.Kemampuan Seorang Staff IT

Ini merupakan alasan utama mengapa seorang staff IT bisa tidak dihargai oleh staff lain atau oleh atasan sendiri. Ia memang punya pangkat sebagai staff IT namun kemampuan hanya rata-rata. Jika anda menjadi staff IT namun kemampuan tidak jauh berbeda dengan staff yang lain (apalagi kalau sampai kalah), tentu tidak mengherankan jika anda kurang dihargai.

2.Kemampuan Berkomunikasi dan Berdiplomasi

Maksud dari kemampuan diplomasi adalah kemampuan melakukan komunikasi antara seorang staff IT dengan atasannya maupun antara staff IT dengan rekan dari bagian lain.

3.Tidak Konsisten pada Peraturan

Ada pameo, “peraturan dibuat untuk para staff, bukan untuk para sysadmin”. Artinya, peraturan pembatasan atau implementasi rule tertentu dilakukan untuk membatasi staff-staff lain sementara staff IT bisa melakukan by pass semua aturan.

4.Terburu-buru Mengambil Keputusan Strategis. Ini cerita dari staff-staff IT perusahaan yang mengikuti training Linux di tempat kami. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa banyak upaya migrasi sistem dari Windows ke Linux mengalami kegagalan di tempat mereka.

5.Tidak Punya Perencanaan dan Kerangka Kerja

Seorang staff-apapun divisi dan bagiannya-yang ingin mengembangkan karir semestinya memiliki kemampuan ini. Membuat perencanaan dan kerangka kerja itu tidak mudah jika tidak dibiasakan, namun jika sudah terbiasa, hal ini akan banyak membantu analisa suatu pekerjaan sebelum masuk ke tahapan implementasi.

 

Baca Juga : Siapa dan Tujuan Seorang Konsultan IT?