Blogger Kewalahan Mengelola Website Perguruan Tinggi
Blogger Kewalahan Mengelola Website Perguruan Tinggi
Hi kawan Kompasianer, kebiasaan menulis artikel populer yang tidak terlalu memperhatikan penggunaan bahasa baku berakibat pada kinerja pekerjaan. Jika, sobat pernah berada di fase tersebut, berarti kita berada di satu jalur Busway. kinerja.
Sebagai seorang blogger, kita memiliki kecenderungan untuk menulis sesuatu menggunakan bahasa keseharian. Alasannya pembaca lebih tertarik dan mudah untuk memahami pesan yang kita sampaikan melalui setiap artikel kita. Karena apa yang kita tulis itu merepresentasikan keberadaan mereka juga.
Namun, gaya kepenulisan itu berseberangan dengan penulisan artikel atau publikasi apa pun di dalam website institusi pemerintah maupun swasta. Sebagai pendekatan riil, saya akan membagikan pengalaman saya yang selama ini dipercayakan oleh Perguruan Tinggi tertentu untuk mengelola websitenya.
Awalnya saya merasa sudah terbiasa menulis artikel. Akan tetapi, keyakinan berlebihan (overthinking) saya menemui jalan buntu. Akibatnya saya kewalahan di awal-awal mengelola website tersebut.
Baca Juga : Apa Si Arti Dari Pengembangan Diri
Namun, seiring dengan pengalaman dan konsultasi dengan senior yang sudah lama berpengalaman dalam mengelola website pemerintah atau pun swasta, saya menemukan beberapa cara yang mungkin saja akan bermanfaat bagi sobat blogger muda, diantara:
1. Adaptasi
Rasanya kita sudah bosan dengar kata “ADAPTASI.” Ya, karena di mana pun kita berada, pembicaraan apa pun pasti berakhir di kata adaptasi. Entah adaptasi terhadap perkembangan zaman, lingkungan kerja, karakter si doi, dll.
2. Kemauan untuk terus belajar
Selain adaptasi, aspek yang perlu dan sangat penting adalah semangat untuk belajar sepanjang hidup. Karena ilmu yang kita dapatkan di dunia blogging belum tentu diaplikasi di dalam penulisan ilmiah.
Kemauan untuk terus belajar bisa dibuktikan dengan terus bertanya pada mereka yang sudah memiliki pengalaman di dalam mengelola website pemerintah.
3. Koordinasi
Koordinasi itu sangat penting dalam dunia kerja. Karena kesalahan koordinasi antar rekan kerja bisa menyebabkan masalah bagi nama baik perusahaan, Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri, lebih-lebih pada perkembangan karier kita.Demikian pengalaman yang bisa saya bagikan. Sekiranya bisa memberikan secuil ilmu pengetahuan. Mohon maaf ya, saya bukannya mengajarin sobat sekalian.
Baca Juga : Pemasaran Digital Marketing Sebagai Produk Kerajinan
