digital marketing

Keuntungan dan kekurangan Menjadi Freelancer Digital Marketing

Keuntungan dan kekurangan Menjadi Freelancer Digital Marketing Terdapat beberapa keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika bekerja sebagai freelancer, seperti:

1.Bebas Menentukan Waktu dan Jam Kerja

Keuntungan menjadi freelancer yang pertama adalah memiliki kebebasan untuk menentukan kapan dan berapa lama kamu bekerja. Tentu ini berbeda dengan pekerja kantoran yang memiliki jam kerja rutin setiap harinya, yaitu 8 jam dari pukul 8 hingga 5. Kebebasan memilih dan menentukan jam kerja ini membuat freelancer sangat fleksibel.

2.Bebas Menentukan Lokasi Bekerja

Berikutnya, freelancer juga bebas dalam menentukan lokasi kerja. Freelancer dapat bekerja di rumah, di warung kopi, di pantai, atau dimanapun sesuka hati. Bahkan sambil berlibur pun, freelancer sangat mungkin mendapatkan penghasilan.

3.Bebas Menentukan Penghasilan

Sebagai seorang freelancer, kamu juga dapat dengan leluasa menentukan berapa penghasilan yang ingin kamu dapatkan. Hal ini disebabkan karena gaji seorang freelancer ditentukan oleh jumlah pekerjaan yang diselesaikan serta skillnya. Selain itu, seorang freelancer juga dapat mengambil beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Asalkan bisa menyelesaikan semuanya, kamu bisa mendapatkan penghasilan berlipat-lipat dari banyak pekerjaan.

Baca juga:Pengertian Digital Marketing dan 7 Kelebihannya

4.Bebas Menjadi Bos untuk Diri Sendiri

Keuntungan menjadi freelancer berikutnya adalah dapat menjadi bos untuk diri sendiri tanpa ada yang mengatur. Kamu yang menentukan dan mengatur jadwal pekerjaan kamu sendiri. Pekerjaan ini cocok untuk para milenial yang menyukai kebebasan tanpa terikat oleh atasan atau pimpinan dan peraturan perusahaan.

Kekurangan Menjadi Freelancer Digital marketing

Selain menguntungkan, menjadi freelancer tidak selamanya menyenangkan. Berikut ini beberapa kekurangan freelancer yang harus kamu pahami.

1.Frekuensi Pekerjaan Tidak Dapat Diprediksi

Salah satu kekurangan menjadi seorang freelancer yang pertama adalah frekuensi pekerjaan tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Pekerjaan yang tidak stabil membuat kamu cemas apakah ada pekerjaan untuk masa mendatang atau tidak.

2.Penghasilan Tidak Stabil

Meski kerja freelance bisa mendatangkan gaji besar, tetapi tetap saja ada risiko dan kemungkinan lainnya. Misalnya, imbas dari poin pertama diatas adalah penghasilan yang tidak stabil. Frekuensi pekerjaan yang tidak menentu membuat penghasilan sebagai seorang freelancer juga tidak stabil setiap bulannya.

3.Tidak Mendapatkan Fasilitas dari Perusahaan

Freelancer juga tidak mendapatkan fasilitas serta benefit dari kantor. Semua kebutuhan untuk bekerja harus mampu disediakan sendiri. Selain itu kamu juga tidak akan mendapatkan tunjangan, program pensiun di hari tua dan fasilitas lainnya yang biasanya didapatkan oleh seorang karyawan.

4.Harus Memiliki Manajemen Diri yang Baik

Menjadi seorang freelancer harus memiliki manajemen diri yang baik agar pekerjaan dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Kamu harus dapat mengatur pekerjaan dan waktu sebaik mungkin agar semuanya dapat berjalan seimbang, Jika hasil pekerjaanmu baik, kamu berkesempatan untuk mendapatkan tawaran pekerjaan lain.

Baca juga :Contoh Produk Digital Marketing Yang Bisa Dijual