pandemi

4 Solusi Digital Bagi UMKM Untuk Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi

4 Solusi Digital Bagi UMKM Untuk Tetap Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Gelombang besar yang disebabkan oleh pandemi nyatanya sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi negara. Sudah banyak sekali bisnis yang bangkrut dan terpaksa untuk gulung tikar karena menurunnya pemasukan yang disebabkan oleh pandemi. Seluruh sektor bisnis tentu saja berusaha untuk mempertahankan kondisi ekonomi mereka, terlebih sektor UMKM.
Berbagai upaya tentu sudah dilakukan oleh para pelaku bisnis untuk mempertahankan bisnisnya di tengah gelombang pandemi Covid-19 ini. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah digitalisasi bisnis.

Mengapa beralih ke digital?
Nielsen Indonesia mencatat sebanyak 85% konsumen mencari berita atau informasi tentang Covid-19 melalui sosial media, dan sebanyak 70% melalui mesin pencari. Data tersebut bisa membuktikan bahwa penggunaan internet di Indonesia jumlahnya sangat tinggi. Selain itu, digitalisasi UMKM juga merupakan salah satu upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah saat ini untuk menghadapi dampak negatif dari pandemi.

Hal ini tentu dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk beralih pada bisnis digital. Terlebih kondisi saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk membatasi kegiatan diluar rumah guna menekan laju persebaran virus. Digitalisasi dapat menjadi sebagai solusi tepat untuk beradaptasi dan mempertahankan bisnis dari gelombang pandemi.

 

Baca Juga : 3 Aktivitas Tentang Pengembangan Diri

 

Berikut merupakan beberapa strategi pemasaran digital yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan customer engagement :

1. Susun strategi pemasaran digital

Hal yang perlu dilakukan oleh UMKM di masa pandemi selain menyusun strategi keuangan yaitu menyusun strategi pemasaran digital untuk memudahkan UMKM dalam memasarkan produk dan jasa yang dimiliki secara digital. Keuntungan dari pemasaran digital adalah pelaku bisnis dapat dengan mudah menghitung konversi dan mengukur keberhasilan dari strategi yang sudah disusun tersebut, serta memudahkan untuk menganalisa kebutuhan dan perilaku konsumen yang sesuai dengan target market.

2. Digital ads

Dengan membuat iklan berbasis digital seperti Youtube ads, Facebook ads, dan Google ads dianggap efektif untuk meningkatkan brand awareness serta memudahkan UMKM dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.

3. Media sosial

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh We Are Social mengenai penggunaan media sosial di Indonesia, membuktikan bahwa setiap harinya masyarakat Indonesia meluangkan waktu selama lebih dari 3 jam untuk beraktivitas pada media sosial.

4. Aplikasi Pesan

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, penggunaan aplikasi pesan instan di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari 2,500 responden, 89,35% diantaranya adalah pengguna aplikasi pesan seperti Line, WhatsApp, Telegram, serta aplikasi serupa lainnya.
Aplikasi pesan instan dapat menjadi peluang untuk menjangkau konsumen dan calon konsumen dengan pendekatan yang lebih personal.

 

Baca Juga : Penetration Testing atau Sertifikat SSL