Solusi Digital Untuk UMKM di Masa Pandemi
Solusi Digital Untuk UMKM di Masa Pandemi
Sudah banyak bisnis yang berguguran dan terpaksa untuk gulung tikar karena menurunnya omzet yang disebabkan oleh pandemi. Seluruh sektor bisnis tentu saja berupaya untuk mempertahankan kondisi ekonomi mereka, terlebih sektor UMKM. omzet
Berdasarkan laporan World Economic Outlook yang dilansir pada Juni 2021 oleh IMF, kondisi ekonomi dunia diprediksi akan anjlok hingga minus 4% hingga tahun ini. Hal ini tentu saja menakutkan, terlebih lagi untuk pelaku bisnis. Dengan adanya kondisi seperti saat ini seakan menuntut pelaku bisnis, baik besar maupun UMKM untuk memutar otak mencari solusi untuk bertahan dan juga beradaptasi dengan kondisi saat ini.
Baca Juga: Solusi Digital untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Berbagai upaya pastinya sudah dilakukan oleh pelaku bisnis untuk mempertahankan bisnis di tengah gelombang pandemi ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah digitalisasi bisnis. Kali ini Penulis akan berbagi solusi digital yang dapat dilakukan oleh kalian para pe-bisnis untuk tetap bertahan ditengah pandemi.
Pertama, Susun strategi pemasaran digital
Hal yang perlu dilakukan oleh UMKM di masa pandemi selain menyusun strategi keuangan yaitu menyusun strategi pemasaran digital untuk memudahkan UMKM dalam memasarkan produk dan jasa yang dimiliki secara digital. Keuntungan dari pemasaran digital adalah pelaku bisnis dapat dengan mudah menghitung konversi dan mengukur keberhasilan dari strategi yang sudah disusun tersebut, serta memudahkan untuk menganalisa kebutuhan dan perilaku konsumen yang sesuai dengan target market.
Berikut merupakan beberapa strategi pemasaran digital yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan customer engagement.
1. Digital ads
Dengan membuat iklan berbasis digital seperti Youtube ads, Facebook ads, dan Google ads dianggap efektif untuk meningkatkan brand awareness serta memudahkan UMKM dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.
2. Media sosial
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh We Are Social mengenai penggunaan media sosial di Indonesia, mengungkap fakta bahwa setiap harinya masyarakat Indonesia meluangkan waktu selama lebih dari 4 jam untuk beraktivitas pada media sosial.
3. Aplikasi Pesan
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2019, penggunaan aplikasi pesan instan di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari 2,600 responden, 88,36% diantaranya adalah pengguna aplikasi pesan seperti Line, WhatsApp, Facebook, serta aplikasi serupa lainnya.
Baca Juga: 4 Alasan Pengembangan Diri Dapat Menunjang Karier
